Sunday, May 20, 2012

kenapa tidak sama? kerna ujian kita berbeza..



sejak akhir-akhir ini aku banyak memikirkan tentang perjalanan yang semakin kabur ini. Aku sedar hakikat ini...Aku tahu benar tentang misinya. aku tahu setiap saat dan detik waktu, di situ ada kewajipan yang harus aku laksanakan sebagai daie illa Allah.

aku tak lupa... aku masih ingat... sebab aku pernah berjanji...bersaksikan laut di Tauranga dulu yang berpacakkan gunung berapi, wujud indah di tepi hujungnya. Bumi itu menjadi saksi.... bahawa

"Wahai Allah sesungguhnya aku benar-benar mahukan jalan ini. berikanlah aku kekuatan..Ya Allah, ya Allah."

thumuhat tarbawiyah dan dakwiyah yang semakin menyurut.... adakah itu terjadi lantaran sebenarnya kita yang merelakan ia? hamasah seperti gunung yang mencecah langit, adakah ia sekadar lukisan di atas buku?

aku termenung..... masih kaku di daerah sepi ini. di hujung dunia mungkin..... aku rasa, aku sudah cukup jadi pemerhati.

bila mahu melangkah?... kadang-kadang aku tahu, aku agak keras santunannya. aku akui.... namun kadang2 aku fikirkan itu yang terbaik dalam mengadun bahannya.

atau mungkin ia masih terlalu kecil.... banyak perkara ia masih tidak rela dikikis...

aku menyepi.... aku memujuk... kadang-kadang ego perlu dikikis walau "kadang-kadang terasa berkuasa sedikit"...

mungkin aku tak cukup sungguh..... tidak cukup perancangan...
aku tidak menyalahkan orang yang menyalahkan....

cuma aku sedih...mungkin kecewa...

Ya Allah tetapkan aku dalam dakwah ini kernaMu...bukan kerna manisnya..pahit maung, sweet.... dan nilai sentimental yang menaburinya. bukannya juga kerna ukhuwah mahupun siapa yang mengemudinya

SESUNGGUHNYA MARILAH KITA TERUS BERTAHAN KERNA KASIH SAYANG-NYA.

walau kita punya alatan canggih untuk berkomunikasi, namun kita sering kalah menunaikan hak kerna KITA SEMUA BUSY. mungkin.....

ingat tak?