Wednesday, August 4, 2010

jangan cepat melatah!

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang



kita ni tak sabar kan?
aishh..

"tidak ada sesuatu tegukan yang lebih dicintai Allah selain tegukan kemarahan yang ditahan oleh seseorang hamba kerana Allah, hamba itu tidak menahannya kecuali kerana Allah, melainkan Allah akan memenuhi lambungnya dengan keimanan" [HR Ibnu Majah]

kadang-kadang ni cepat sangat melatah
faham ke melatah ni?
melatah di sini, bukan la maksudnya melatah yg 'opocot' dan sewaktu dengannya..
tapi
melatah disini saya maksudkan terlalu cepat membuat kesimpulan awal... terburu-buru dalam membuat analisa.. memberi respond terhadap sesuatu perkara tanpa penelitian yang mendalam..lebih kurang camtu laa

sabar
itu lah kuncinya.

kadang-kadang, kita tak sabar nak tunggu hasil aka buah pisang
kita pun tekan la buzzer tu banyak2 kali
sebab kita tahu, bila mana kita tekan buzzer tu, buah pisang akan keluar

mula la kita terpesong dari bertawakkal padaNYA
kita rasa, dengan menekan buzzer la cara utk mendapat pisang

tapi
Allah nak ajar kita yang bukanlah dengan menekan buzzer tu pisang akan keluar terus
cuma usaha kita adalah dengan menekan buzzer tu
sunnatullahnya, tekan buzzer dapat pisang.

kadang-kadang,
Allah 'hold' dulu hasilnya..
sebab Allah nak tengok sejauh mana kebergantungan kita padaNYA
adakah kita rasa, sebab aku tekan buzzer la aku dapat pisang?
atau
tekan buzzer ni adalah usaha utk mendapatkan pisang.. dapat ke tak pisang tu, itu serahkan pada Allah.. sebab Allah lah yang Maha Memberi segala sesuatu

Allah 'hold' dulu hasilnya
untuk kita refleksi diri kita..
sudah benarkah niat kita..

dapat ke tak kita buah pisang tu, sudah tertulis di sisi Allah.
sikit ke banyak pisang yang dapat tu, serahkan padaNYA
pada pihak kita.. bertawakkal diiringai usaha
doa padaNYA jangan dilupa.


diriwayatkan, Nabi Musa as. mengalami sakit gigi, lalu mengadukan hal itu kepada Allah.
Maka Allah swt memerintahkan:
“Ambillah rumput orang itu dan letakkan pada gigimu!”
Lalu Musa a.s pun berbuat demikian, dengan izinNYA, sakit giginya pun sembuh.

Beberapa hari kemudian, sakit giginya datang lagi. Lalu, Musa a.s pun mengambil rumput yang sebagaimana pernah dilakukan sebelum ini dan meletakkan pada giginya. Namun, tak berhasil. malah, sakit giginya bertambah teruk dari biasa. lantas Musa a.s pun mengadu kepada Allah swt.
“ Wahai Tuhanku, bukankan Engkau mengarahkan aku untuk berbuat demikian tetapi mengapa ianya tidak melegakan aku?”

Allah swt menjawab: “Wahai Musa, Akulah yang menyembuhkan dan Akulah yang menyihatkan. Aku yang memberi bencana dan Akulah yang memberi manfaat. Kali pertama kamu datang kepadaKu dan mengharapkan pertolongan Aku, lalu Aku sembuhkan sakit kamu. Sekarang engkau menuju kepada rumput dan tidak menuju kepada-Ku.”

(rujukan : “Nuruzh-Zhalâm” karya Syekh Nawawi Banten)


sabar ye!
gantungkan tawakkal padaNYA

Allahumma ballighna Ramadhan.. moga diberi kesempatan untuk bertemu roh ramadhan

No comments: