
Wednesday, October 13, 2010
tarbiyyah ini adakah tukar gantinya?

Friday, October 8, 2010
Ikhlas bagaikan Susu
Bahasa-bahasa kiasan ini biasanya kan menggunakan perkataan -perkataan seperti umpama, bagai, laksana, macam, seperti dll untuk menguatkan dan menjelaskan lagi maksud sesuatu perkara yang ingin disampaikan. Sebagai contoh, gemuk macam badak. Badak digunakan di sini untuk menguatkan lagi statement gemuk itu kerana badak itu sendiri memanglah secara lahiriahnya dilahirkan sebagai haiwan yg gemuk. (hatta cucur badak pun gemuk, hihi).
Susu yang murniikhlas itu bererti kita mengkhususkan segala perbuatan kita hanya kepada Allah semata-mata dan melupakan sebarang pandangan manusia dalam setiap amal perbuatan kita. Maksudnya di sini, ikhlas itu hadir bila bila kita membuat sesuatu amalan itu hanya untuk Rabb yang maha esa, dan kita langsung tidak mengharapkan sebarang pujian atau takutkan makian manusia. Solely kerana Allah semata, tidak bercampur dengan tujuan-tujuan lain.
Begitu jualah susu. Di dalam al-Quran, Allah menceritakan perumpamaan yg indah untuk keikhlasan.
"Dan sesungguhnya pada binatang ternakan itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada di dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya." [An-Nahl:66]
Dari bahagian mana susu itu keluar dari binatang ternak? Sudah tentulah, dari tempat yang antara darah dan tahi keluar, maka keluarlah susu yang bersih lagi menyegarkan. Bahkan sangat bagus untuk manusia dan anak-anak binatang tersebut.
Pernahkah kita meminum susu dan mendapati susu yang kita minum itu bercampur dengan setitis darah mahupun tahi? Mestilah tak pernah kan....yucks! Sedangkan susu itu sendiri datangnya dari tempat yang sama dengan kedua-dua darah dan tahi, tapi tak pernah pula susu yang kita dapati itu bercampur dengan kotoran tersebut. Begitulah hebatnya ciptaan Allah dan betapa penyayangnya Allah itu memberi suatu nikmat yang cukup besar buat hamba-hamba-Nya.
Sepatutnya, macam itu jugalah amalan kita. Setiap amal yang kita lakukan itu hadir dengan niat yang ikhlas untuk mendapat redha Allah semata-mata. Tidak bercampur dengan anasir-anasir luar yang mengotorkan kesucian sesuatu amalan tersebut. Sedangkan Allah sendiri memberi kita susu yang murni dan tidak bercampur, maka adakah pantas bagi kita memberi-Nya amalan yang tercampur?
Mari mensucikan setiap amal perbuatan kita buat-Nya, sejernih dan semurni susu.
Wallahu'alam.
Thursday, October 7, 2010
perang jiwa
6:132. dan bagi tiap-tiap seorang (dari manusia atau jin), beberapa darjat (tingkatan balasan) disebabkan (amal baik atau jahat) Yang mereka telah kerjakan; dan (ingatlah) Tuhanmu tiadalah lalai dari apa Yang mereka lakukan.
Monday, October 4, 2010
forget about ourselves?? let's do some reflections!
Wednesday, September 22, 2010
sometimes...we don't have to know the mechanisms
Because...the reality is, they are far more complicated to understand! So to make things look simple and easier (than it should be) all u need is "don't bother about things that u do not have to know"
as time goes by....and by the time where u should know it...u will know...
and this is the concept that sometimes we need to use in our lives...particularly in D&T... there are certain things that we don't have to understand too much (from zero..)...because with our own level of knowledge, experience and understanding it won't help us to undertand certain situations/events or maybe we will make things more complicated than it is...or maybe we will misunderstand the real situations.
so avoid complexity...enjoy simplicity before u have to know the reality....just do our part!
Friday, September 17, 2010
Siapakah yang lebih zalim?
Wednesday, September 15, 2010
Hadiah kepada si dia......

Saturday, September 4, 2010
Terus berusaha
Ramadan yg penuh barakah bersisa hanya beberapa hari sahaja lagi
Sama ada kita suka atau tidak
Sama ada kita benar-benar beramal dgn sebaik mungkin atau tidak
Sama ada kita beroleh taqwa atau tidak
Dia pasti akan meninggalkan kita
Pasti!
Maka dalam tempoh yang masih berbaki ini
Berusahalah sehabis daya
Berdoalah setulusnya
Bertawakallah dgn sebenar-benar tawakal
Moga Ramadan ini yg terbaik pernah kita lalui
Moga kita tidak menyesal bila berpisah dengannya.
Ameen.
Thursday, September 2, 2010
Trade Me
Anak kesayangan seorang wanita bangsawan yang disegani masyarakat tika itu.
Segala yang ada pada dirinya adalah yang terbaik.
Baik pakaiannya, wangiannya semuanya adalah yang paling baik pernah dimiliki manusia ketika itu.
Namun, pabila 'cahaya itu' mula mencuri hatinya, dia tak mampu berpatah lagi.
Dia yakin dengan pilihannya. Namun, dia yakin pasti ada yang akan menentang cintanya itu.
Demi mempertahankan cinta itu, dia memilih untuk merahsiakannya. Tapi rahsia tak mungkin selamanya menjadi rahsia.
Kini tibalah saat paling getir dalam hidupnya. Dia dipaksa untuk memilih antara dua. Antara cinta Tuhannya atau kasih ibunya.
Berbekalkan keimanan yang tinggi, dia nekad memilih cinta Tuhannya. Maka terputuslah hubungan antara ibu dan anak.
Ketahuilah bahawa kisah cintanya itu tidak terhenti sampai di situ sahaja. Setiap cinta pasti menuntut pengorbanan. Dan demi cintanya yang agung itu, bukan sedikit pengorbanan yang ditagih.
Tiada lagi kemewahan yang mengulit segenap susuk tubuhnya dan tiada lagi hangat kasih seorang ibu menghiasi relung hatinya. Bahkan keadaan dirinya itu turut mengundang tangis dan hiba para sahabat.
Benarlah janji Allah itu, Dia takkan pernah mensia-siakan iman hambanya. Selepas mendung berarak, pelangi ceria mula menyinari hidupnya.
Pengislamannya membawa rahmat kepada jiwa-jiwa yang dahagakan kasih Tuhannya. Berkat usaha gigih dan kebijaksanaannya, cahaya Islam itu sampai kepada hati-hati yang mencari Tuhannya. Dan berkat kegigihannya jua, membuka jalan bagi suatu peradaban dunia, penubuhan sebuah negara Islam yang pertama.
Dan pengorbanannya itu jua Allah hadiahkan dengan hadiah yang takkan pernah terbanding iaitu SYAHID di jalan-nya.
Benarlah, Allah telah membeli darinya dunianya untuk akhiratnya.
**************************
sedekah.. dasyat! [copypaste]
K.H. Abdullah Gymnastiar
Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yg bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad sebagai berikut : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yg telah diberikan kepada ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yg lbh kuat dari pada gunung?” Allah menjawab “Ada yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenis yg terbuat dari besi).
Para malaikat pun kembali berta “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yg lbh kuat dari pada besi?” Allah yg Mahasuci menjawab “Ada yaitu api” (Besi bahkan baja bisa menjadi cair lumer dan mendidih setelah dibakar bara api).
Berta kembali para malaikat “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yg lbh kuat dari pada api?” Allah yg Mahaagung menjawab “Ada yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram oleh air).
“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yg lbh kuat dari air?” Kembali berta para malaikta.
Allah yg Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab “Ada yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yg dahsyat tersimbah dan menghempas karang atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yg tengah berlayar tiada lain krn dahsyat kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yg teramat dahsyat).
Akhir para malaikat pun berta lagi “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yg lebih dari semua itu?” Allah yg Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab “Ada yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dgn tangan kanan sementara tangan kiri tak mengetahuinya.” Arti orang yg paling hebat paling kuat dan paling dahsyat adalah orang yg bersedekah tetapi tetap mampu menguasai diri sehingga sedekah yg dilakukan bersih tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan utk diketahui orang lain.
Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yg ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yg bersedekah tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenar selalu rindu akan pujian penghormatan penghargaan ucapan terima kasih dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik utk memamerkan segala apa yg ada pada diri kita ataupun segala apa yg bisa kita lakukan. Apalagi kalau yg ada pada diri kita atau yg tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.
Karena tak usah heran seorang hamba yg bersedekah dgn ikhlas adl orang-orang yg mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tak akan kalah oleh aneka macam selera rendah yaitu rindu pujian dan penghargaan.
Apalagi kedahsyatan seorang hamba yg bersedekah dgn ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yg mengaku baru kembali dari kampung halaman di kawasan Jawa Tengah. Kedua kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yg dialami ketika pulang kampung dgn naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yg ditumpangi terkena musibah bertabrakan dgn dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yg duduk di kurs-kursi di dekat meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yg selamat bahkan tak terluka sedikit pun. Mereka itu ya kedua akhwat itulah. Kedua mengisahkan kejadian tersebut dgn menangis tersedu-sedu penuh syukur.
Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tak kurang suatu apa? Menurut pengakuan kedua ada dua amalan yg dikerjakan kedua ketika itu yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.
Sahabat tidaklah kita ragukan lagi bahwa inilah sebagian dari fadhilah bersedekah. Allah pasti menurunkan balasan disaat-saat sangat dibutuhkan dgn jalan yang tak pernah disangka-sangka.
Allah Azza wa Jalla adalah Zat yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yg pada hampir tiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir tiap gerak-gerik kita tercermin amalan yg dilarang-Nya toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yg tiada terkira.
Segala amalan yg kita perbuat amal baik ataupun amal buruk semua akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yg kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah semua ini datang dari Allah yg Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dgn sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata krn Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.
Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas dgn penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yg dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya bahwa sekecil apapun harta yg disedekahkan dgn ikhlas niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.
Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabat yg tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW “Perumpamaan orang-orang yg menafkahkan harta di jalan Allah adl seupa dgn sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan bagi siapa yg Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui” demikian firman-Nya .
Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dgn menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata “Ya Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan utk diri dan keluargaku sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.” “Allah memberkahi apa yg engkau tahan dan apa yg engkau berikan” jawab Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lain Usman bin Affan. “Ya Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yg belum mempunyainya” ujarnya.
Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam satu dirham saat siang hari satu dirham secara terang-terangan dan satu dirham lagi secara diam-diam.
Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut?
Ini tiada lain krn yakin akan balasan yg berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adl medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tak ada yg mendambakan mati syahid di medan perang krn mereka yakin apapun yg terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekira gugur di tangan musuh surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yg selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun pastilah dgn membawa kemenangan bagi Islam agama yg haq!
Lalu apa kaitan dengan memenuhi seruan utk bersedekah? Sedekah adl penolak bala penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir yg pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Arti Allah yg Mahakaya akan membalas hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah! Sahabat betapa dahsyat sedekah yg dikeluarkan di jalan Allah yg disertai dgn hati ikhlas sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yg diriwayatkan oleh Anas bin Malik seperti yg dikemukakan di awal tulisan ini.**
sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

infaq utk suraukms@saham akhirat:
name: salbani abdul rahman
(wakil auckland)
acc no: 01-0236-0104770-00
reference: infaqkms
utk lebih lanjut klik sini:
